PERENCANAAN KEUANGAN

Tips : Membiasakan Menabung

Tahukah anda, seberapa besarpun pendapatan anda maka pengeluaran anda besarnya akan mengikuti pendapatan.

Buktinya ?.
Coba analisa berapa besar tabungan yang anda milki ?
Berapa kali besarnya tabungan anda terhadap pendapatan anda ?
Berapa bulan anda bisa tetap hidup dari tabungan dengan besarnya pengeluaran anda yang tetap jika tiba-tiba anda tidak lagi menghasilkan pendapatan bulanan ?

Anda akan memiliki tabungan yang lumayan besar jika pengeluaran  anda dapat terencana.
Permasalahan pada kebanyakan orang adalah sulit dalam menabung. Sering kita dengar keluhan seperti, "Saya ingin sekali menabung, tetapi sepertinya uang saya habis terus"

Contoh kasus:

Si A dan si B berumur 27 tahun, masing-masing berpenghasilan Rp. 2.000.000 per bulan.
Si A mempunyai angsuran kredit sepeda motor sebesar Rp. 600.000  per bulan. Setelah menyelesaikan angsuran selama 36 bulan tetap saja belum dapat menabung ?
Pada saat mengangsur sepeda motor besarnya pengeluaran si A adalah Rp. 1.400.000 sedangkan pada saat selesai mengangsur pengeluarannya mengikuti menjadi Rp. 2.000.000 per bulan.
Si B tidak mempunyai angsuran kredit dan tidak pula menabung. Si B membiarkan besarnya pengeluaran sesuai pendapatan.
Bedanya si A dan si B setelah 36 bulan adalah si A memiliki sepeda motor sedangkan si B tidak mempunyai simpanan/harta apapun.

Kesimpulan dari kasus diatas bahwa kita harus dapat melakukan perencanaan keuangan agar dikemudian hari mempunyai simpanan/harta.

Si A dalam keadaan "terpaksa" melakukan angsuran kredit dapat memiliki simpanan/harta berupa sepeda motor.
Bagaimana jika si A meneruskan ke"terpaksaan" tersebut dalam bentuk simpanan ?.

Caranya si A segera menabungkan Rp. 600.000 setiap bulan setelah menerima penghasilannya setiap awal bulan, maka besarnya pengeluaran si A akan mengikuti seperti pada saat dia mempunyai angsuran kredit motor.

Ini adalah suatu tips perencanaan keuangan untuk membiasakan menabung dengan melakukan kegiatan menabung pada saat awal bulan (setelah penerimaan gaji) sehingga pengeluaran akan mengikuti besarnya pendapatan yang tersisa/yang bisa dibelanjakan.

Apakah pilihan si A untuk melakukan simpanan di awal setiap bulan ?
1. Tabungan di Bank
2. Tabungan berjangka di Bank
3. Asuransi dengan paket Investasi

Jika si A melakukan pilihan menabung biasa di Bank maka perkiraan simpanan setelah 10 tahun dengan asumsi tingkat pengembalian 5% per tahun adalah sekitar Rp. 93.000.000. Tidak ada "paksaan" dalam menabung baik besar maupun waktu menabungnya

Jika si A melakukan pilihan tabungan berjangka di Bank maka perkiraan simpanan setelah 10 tahun dengan asumsi tingkat pengembalian 9% per tahun adalah sekitar Rp. 117.000.000. Ada "paksaaan" dalam menabung baik besar maupun waktu menabungnya.

Jika si A melakukan pilihan Asuransi dengan paket investasi yang merupakan "paksaan" dan besarnya bisa tetap maka perkiraan simpanan setelah 10 tahun dengan asumsi tingkat pengembalian 17% per tahun dan sebagian simpanan bulanan sebagai pembayaran premi bulanan, nilai tunai simpanannya diperkirakan sebesar Rp. 110.547.000  dengan ditambah manfaat asuransi seperti:
(Asumsi Si A usia 30 thn, tidak merokok, bekerja diperkantoran dengan premi 600ribu perbulan, pembayaran premi selama 10 tahun, pilihan investasi di equity/saham)
Pertagungan meninggal dunia sampai dengan Rp.  105.000.000. 
Meninggal karena kecelakaan Rp. 210.000.000 
Meninggal karena kecelakaan menggunakan kendaran berute, lift, tempat/gedung  umum, Rp. 315.000.000

Pertangungan 34 jenis penyakit kritis Rp. 49.000.000 
Manfaat medical (bisa digabung dengan klaim asuransi yang lain) berupa:
Rawat Inap, Rp. 280.000 per hari (maksimum 100 hari dalam setahun)
Rawat ICU,  Rp. 560.000 per hari (maks. 30 hari dalam setahun)
 
Pembedahan operasi  minor         Rp.    700.000
                                      intermediate Rp. 1.400.000
                                      mayor            Rp. 2.100.000
                                      complex        Rp. 2.800.000
Maksimum penggantian pembedahan operasi Rp. 15.000.000 per tahun.

Jika berhenti membayar premi pada tahun ke 10, dan kemudian simpanan dibiarkan terus tanpa diambil maka perkiraan jumlah dana pada saat usia tertanggung:   

39 tahun (akhir tahun ke 10) ±  Rp.   110.547.000
45 tahun (akhir tahun ke 16) ±  Rp.   226.150.000
55 tahun (akhir tahun ke 26) ±  Rp.   785.064.000
60 tahun (akhir tahun ke 31) ±  Rp.1.493.385.000

Jumlah simpanan yang cukup besar yang dapat anda tinggalkan pada ahli waris pada usia anda 60 thn disamping anda mendapatkan manfaat proteksi.

Bila anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang alternatif simpanan dengan proteksi asuransi, dan tinggal di seputar Jabodetabek dapat menghubungi Riski Artadi di 0815 8484 1360 atau email riskiart di yahoo.co.id atau email kami.

Salam 

Admin http://www.epesanan.com

Klik di sini untuk simulasi yang lain jika jumlah premi bulanan dimulai sedikitnya Rp. 350.000.